Semangat

Cinta

 Menurut Georg Wilhelm Friedrich Hegel, seorang filsuf sekaligus tokoh inspirasi bagi Karl Marx, ia mempunyai teori dialektika "segala hal yang ada semuanya saling terkait, dalam satu gerak penyangkalan dan pembenaran". Sebagai contoh kita ambil istilah dari "pulau" pulau itu sebenarnya "tanah" (tesis), tetapi itu tidak benar. Karena India juga "tanah" , tetapi bukan pulau. Pulau itu bukan tanah, melainkan "air" (antitesis). Karena tak ada Pulau tanpa air. Tetapi pernyataan itu pun tidak benar. Pulau itu bukan air, melainkan tanah yang dikelilingi oleh air. Pulau hanya bisa dapat disebut pulau apabila memiliki dua unsur tersebut.

  Cara berpikir itu bisa digunakan di manapun dan tentang apapun, kita hanya perlu saling mengaitkan satu sama lain, dan jadilah sebuah kebenaran. contoh simpel lainya adalah. Cinta itu sebenarnya "kebahagiaan" tetapi itu tidak benar. Karena kita juga perlu rasa sakit untuk menyadari suatu "kebahagiaan" . Cinta itu bukan kebahagiaan melainkan "kesengsaraan" Karena tak ada cinta tanpa kepedihan, kesedihan dan kegagalan. Tetapi pernyataan itu pun tidak benar. Cinta itu bukan kesengsaraan, melainkan kebahagiaan yang di kelilingi kesengsaraan. Tidak ada kebahagiaan yang bersifat abadi, melainkan ada element lain yang membuat kita tahu itu suatu kebahagiaan. Yaitu adalah kesengsaraan.

Kuningan, 22 februari 2024


Hidup hanyalah permasalahan 

   Menurut mitologi Yunani kuno pada zaman itu kehidupan para pria penuh dengan kebahagiaan, kemewahan, mereka menghabiskan waktunya dengan meminum anggur berpesta dan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memenuhi hasratnya. Namun ketika semua itu terjadi dewa tidak tinggal diam ia mengirimkan satu wanita di antara para lelaki pada zaman tersebut. Lalu setelah itu, para lelaki mulai menyukai satu wanita yang dikirim dewa, mereka bersedia memberikan apapun yang wanita itu inginkan. 

   Namun wanita itu hanya dapat memilih satu di antara para pria dan dipilihlah satu orang sehingga tumbuhlah rasa iri, dengki dan dendam. Mulai dari situ kehidupan mereka menjadi tidak sebahagia dulu, tidak berharganya lagi kemewahan, di situ mereka mulai saling bunuh satu sama lain. Semenjak kejadian itu kehidupan berputar 180 derajat bukan lagi kebahagiaan yang ada hanya permusuhan tidak ada lagi yang namanya harapan yang ada hanya permasalahan.

  Dan di sini kita bisa melihat bahwa tidak ada kebahagiaan yang selamanya, tidak ada kemewahan yang terus ada pada kehidupan kita, tidak ada yang namanya ketenangan yang selalu menemani kita, yang ada hanya peralihan masalah satu ke masalah lainnya, penerimaan diri dari apa yang terjadi sehingga menjadi tetap kuat sabar serta bersyukur dalam menjalani hari-hari.

 Selanjutnya kita juga bisa belajar bahwa seseorang yang datang tiba-tiba dan memberikan sedikit perubahan pada hidup kita, itu belum tentu baik terhadap nasib kita kedepannya, terkadang kita perlu memilih rasa keinginan pada suatu hal atau merelakannya pergi untuk kebaikan bersama yang tidak mungkin terjadi sekarang.

Purwokerto, 21 februari 2024

Belajar dari batu 

   Apa kalian tahu seperti apa bentuk batu?, aku mendengarkan cerita dari teman tentang keluh kesah mengapa kita terus begini, dan ada yang menarik dari omongannya. Iya berkata "yang namanya batu itu tidak ada harganya apabila tidak diolah, hanya sebagai benda padat yang biasa saja dan tidak ternilai, apakah pernah berpikir batu juga memiliki berbagai jenis dan keunggulan masing-masing? . Kita ambil contoh dari batu kristal apakah batu kristal semuanya terlihat sebelum diolah?, mungkin saja ada namun ada juga yang perlu dipoles sedikit, bahkan dipahat sangat lama untuk menjadikan batu itu sebuah kristal yang berharga dan bernilai" dari cerita ini saya berpikir dan saya terpukul akan kata-katanya yang seolah-olah menyadarkan diri saya yang telah lama tidak diserang oleh fakta dan kebenaran.

   Aku berpendapat bahwa hikmah dari cerita ini adalah Kita sama-sama terlahir sebagai manusia tanpa pernah diminta, tanpa pernah kita ingin, kita juga tidak pernah bisa memilih seperti apa keadaan kita, ganteng atau cantik, hitam atau putih, kaya atau miskin, tapi kita juga mempunyai satu hal yaitu waktu. Waktu di mana kita melihat orang-orang telah bersinar, telah berhasil, telah mendapatkan apa yang diinginkan, di satu sisi kita masih belum menjadi apa-apa ibaratnya batu tadi, orang-orang telah menjadi kristal sebelum dipahat dan diukir namun kita perlu pahatan dan ukiran yang sangat detail sehingga kita mendapatkan apa yang terbaik dan lebih berharga daripada mereka yang telah mendapatkan semuanya lebih dulu.

 Hidup ini memang tidak adil, dan keadilan adanya karena ketidakadilan maka dari itu bagaimanapun kehidupan kita, kita tetap menjadi diri kita, ada waktu yang perlahan kan berjalan membawa kita dari yang bukan apa-apa menjadi sesuatu yang berharga. 

   Pada saat ini mungkin kita merasa hidup tidak berguna dibuang dan diacuhkan. Namun percayalah perlahan akan ada di mana kita dipelihara, dijaga dan dibutuhkan.

Kuningan, 25 februari 2024

Harapan dari kekurangan

   Aku pernah membaca suatu fakta, bahwa tidak ada negara maju karena sumber daya alamnya, mereka menjadi negara maju karena berinovasi, umumnya melakukan tindakan kolonialisme atau penjajahan pada negeri yang kaya, sehingga mereka hanya fokus mengembangkan apa yang ada, yaitu manusia.

 Dari hal ini kita dapat belajar, mereka menyadari kekurangan yang dimiliki, dan terus melakukan hal yang dapat menguntungkan dan memajukan bangsa mereka lewat apa yang di punya.

 Perumpamaan: Ketika ada manusia yang terlahir sempurna dan kaya raya, penuh dengan kemewahan, apapun ia punya tanpa harus berusaha, dapat dikalahkan dengan orang-orang yang punya inovasi, pikiran maju ke depan, serta berusaha, perlahan mereka akan mengalahkan yang kaya, dan memanfaatkan si kaya.

 Contoh: Indonesia merupakan bangsa yang kaya, akan sumber daya alam, bahkan tongkat dan batu bisa jadi tanaman, apakah Indonesia tidak mengalami masa kolonialisme? Apakah Indonesia tidak mengalami penjajahan dan penderitaan? Padahal negerinya kaya, apapun ada, mengapa itu bisa terjadi? Karena orang orang yang ingin berusaha. Mereka mampu mengalahkan bangsa yang kaya, dan mereka berhasil mengambil sumber kekayaan, apakah hal itu tidak bisa terjadi pada kita selaku manusia? Pada kita yang hanya menjadi seorang individu bukan kelompok?.

Purwokerto, 28 Februari 2024


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khususnya kamu

Mengetahui Tokoh Kabupaten Kuningan: Arya Kemuning